Gerbang Indah Nusantara

Switch to desktop Register Login

Pekalongan (1)

Potensi Kolaborasi Riset BPPT dengan Ristekin

Published in Pekalongan Written by

Pekalongan 7 Oktober, masih dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kota Pekalongan, Tim Difusi Teknologi , Deputi Bidang melalukan kunjungan ke Kantor Ristekin Kota Pekalongan. Tim terdiri dari Yenni Bakhengkajian Kebijakan Difusi Teknologi menyambangi Kantor Dinas Ristekin Kota Pekalongan. Tim terdiri adri Yenni Bakhtiar, Achmad Zatnika, A. R. Hakim, Puguh Suharso, Umiati dan Annggitya Vitasari. Tim Berdiskusi dengan Budi Selamet (Ka. Ristekin), Nur Selamet, Husni dari Ristekin dan Ujianto Purwanto dari Bappeda.

Budi Selamet menjelaskan, bahwa Kantor Ristekin (Riset Teknologi dan Inovasi) merupakan institusi baru di kota Pekalongan berada dibawah Kantor Walikota Pekalongan yang merupakan penggabungan dari bidang Penelitian dan Inovasi dari Bappeda kota pekalongan. Karena masih baru sampai saat ini belum ada SK tupoksinya dan masih mencari  bentuk, oleh karena itu masukkan dari BPPT akan sangat membantu, demikian Budi menambahkan.

Terkait kolaborasi riset Nur Selamet mengharapkan adanya kerjasama dalam riset riset yang dilakukan BPPT dan Ristekin. Dalam diskusi diketahui Ristekin harus berkolaborasi riset  dengan institusi di kota Pekalongan seperti perguruan tinggi dan industri, kemudian dilakukan juga kolaborasi riset dengan BPPT, karena BPPT memiliki Kedeputian teknis yang melakukan riset riset terapan.

Diketahui hal yang mendesak saat ini adalah memecahkan permasalahan limbah batik , pewarna batik alami dan perikanan tangkap. Masalah terkait limbah, limbah lebih banyak dihasilkan dari pengrajin batik rumah tangga, walaupun sudah ada IPAL namun tidak berjalan seperti yang diharapkan. Meskipun beberapa industri besar,  pengelolaan limbahnya bisa berjalan dengan baik.

Budi Selamet menjelaskan untuk pembangunan IPAL skala besar yaitu membelokkan air sungai ke tempat penampungan (IPAL) kemudian dikembalikan ke sungai dalam kondisiair lebih bersih masih sulit dilakukan, karena topografis kota pekalongan yang relative datar /rata sehingga perlu alat penyedot air agar bisa dimasukkan ke IPAL tapi biaya operasional yang besar, serta area sungai yang merupakan domain PSDA Provinsi.

untuk perikanan tangkap, karena lokasi penangkapan ikan jauh dari pekalongan maka diperlukan kapal penangkap ikan yang dilengkapi mesin pendingin (freezer). untuk hal ini BPPT memiliki teknologinya. Bisa dijajagi kolaborasi riset terapannya, demikian pungkas Nur Selamet. (AZ/AR)

 

 

 

 

391881
Hari iniHari ini120
KemarinKemarin128
Minggu iniMinggu ini214
Bulan iniBulan ini2554
Seluruh hariSeluruh hari391881
Statistik created: 2017-11-21T06:13:33+00:00