Gerbang Indah Nusantara

Switch to desktop Register Login

Rate this item
(0 votes)

Techno Park Pusat Benih Kabupaten Bantaeng Monev Desember 2015:Butuh Kepekaan dan Harmonisasi Kebijakan

KEPEKAAN, penting ada dalam tim pelaksana Techno Park Kab. Bantaeng. Dibutuhkan pelaksana yang benar-benar paham akan kebutuhan daerah sesungguhnya, seperti apa bentuknya yang disebut Techno Park Kab. Bantaeng. Demikian butir yang diangkat dalam kata sambutan Bupati Kab. Bantaeng yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kab. Bantaeng H. Muhammad Yasin.
 
Dalam pengembangan techno park ini dibutuhkan kelembagaan yang pas, infrastruktur khusus, dan aktifnya media sosial dalam memobilisasi pengembangannya. Dari hasil pertemuan monev semester-II ini diharapkan diperolehnya harmonisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.


Techno Park Pusat Benih Kabupaten Bantaeng telah diluncurkan kegiatannya pada 5 Maret 2015, dengan lokasi tersebar secara total seluas 41 ha (1 ha sebagai “hub”, kantor pengelola). Pada tahun anggaran 2015 pihak BPPT dan Pemkab Bantaeng telah bersepakat untuk memulainya dengan lima komoditas, yakni rumput laut, talas, ikan nila, jagung, dan padi. Kegiatan 100 Techno Park yang telah diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI; untuk wilayah Kab. Bantaeng dengan komando Bupati Kab. Bantaeng bersama Bappeda Kab. Bantaeng secara langsung melibatkan Dinas Perikanan dan Kelautan; Dinas Pertanian dan Peternakan; Dinas Kehutanan dan Perkebunan; Dinas Perindag dan Pertambangan; Dinas Koperasi dan UKM; dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan.
 
Dalam Galeri Foto Monev Semester II Techno Park Kab. Bantaeng, dapat diikuti acara monev dan sebagian hasil kegiatan 2015. Tampak pada Sesi Pembukaan, Wakil Bupati Kab. Bantaeng H. Muhammad Yasin membacakan sambutan resmi Bupati Kab. Bantaeng yang dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis produk kemasan hasil produksi empat UKM. Selanjutnya tampak Sesi Paparan dan Diskusi dan diakhiri dengan Sesi Kunjungan ke lokasi unit teknis, yakni Pabrik Pupuk SRF (Slow Release Fertilizer) - biasa disebut dengan nama “pupuk berimbang”, yang telah terbukti menyederhanakan proses kegiatan pemberian pupuk menjadi “3-in-1” dengan hasil talas yang berkualitas unggul -, selanjutnya ke Balai Benih Ikan Rappoa, lokasi Produk Olahan Ikan, dan kunjungan diakhiri di kebun talas - BP3K Eremerasa. □ (LH/PPKDT)

 

Link Foto Galeri Klik disini : Link Galeri

Last modified on
391880
Hari iniHari ini119
KemarinKemarin128
Minggu iniMinggu ini213
Bulan iniBulan ini2553
Seluruh hariSeluruh hari391880
Statistik created: 2017-11-21T06:13:33+00:00