Gerbang Indah Nusantara

Switch to desktop Register Login

Rate this item
(0 votes)

FGD Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng

Gambar 1. FGD Technopark Bantaeng di BPPT Thamrin Gambar 1. FGD Technopark Bantaeng di BPPT Thamrin

(Gerbang Indah Nusantara-Jakarta). Pada hari Rabu, tanggal 4 November 2015 di Ruang Komisi 3 Gedung II BPPT Thamrin telah dilaksanakan Focus Group Disscussion (FGD) Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng. Acara tersebut selain dihadiri oleh Tim BPPT dan para Group Leader dari setiap WBS yang terlibat dalam pengembangan Technopark Bantaeng, juga dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait yaitu Bappeda Kabupaten Bantaeng beserta jajaran SKPD, Balai Penelitian Tanaman Serelia Maros, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantaeng, Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng, dan Guru Besar FIKP Universitas Hasanuddin (UNHAS). Acara dibuka oleh Susalit S. Wibowo, selaku Kepala Program Technopark Bantaeng 2016 dan sambutan oleh Prof. Syamsu Alam, selaku Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng. 

Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng dalam sambutannya mengharapkan setelah acara FGD ini kegiatan-kegiatan yang direncanakan terkait program pengembangan Technopark Bantaeng bisa secepatnya dilaksanakan di tahun 2016. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan paparan Masterplan Technopark Benih Kabupaten Bantaeng oleh Direktur PPKDT – BPPT, Iwan Sudrajat. Dalam paparannya, Iwan Sudrajat mengemukakan bahwa saat ini Science Technopark (STP) menjadi salah satu sorotan KSP karena tidak jelasnya definisi STP itu sendiri. STP tidak hanya ada kegiatan riset tetapi ada kegiatan masyarakat dan juga sistem inovasi. Sementara itu. tujuan pembangunan STP adalah kolaborasi antara komunitas akademisi, bisnis, masyarakat, dan pemerintah (ABC+G).

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Matriks Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng yang dipimpin oleh Direktur PPKDT – BPPT, Iwan Sudrajat. Matriks ini dibahas poin per poin dan didiskusikan dengan para peserta FGD yang hadir. Selain itu dalam pembahasan kali ini juga telah ditetapkan Person in Charge (PIC) atau Koordinator untuk Difusi Paket Teknologi yang terdiri dari tim BPPT dan Daerah (Bantaeng, Maros, Takalar, dan UNHAS). (Mutia)

Last modified on
391880
Hari iniHari ini119
KemarinKemarin128
Minggu iniMinggu ini213
Bulan iniBulan ini2553
Seluruh hariSeluruh hari391880
Statistik created: 2017-11-21T06:13:33+00:00