Gerbang Indah Nusantara

Switch to desktop Register Login

Rate this item
(0 votes)

Kunjungan Tim Techno Park Cimahi ke IPB Science Park

Pada hari Rabu tanggal 2 September 2015, tim BPPT yang terlibat dalam kegiatan pengembangan techno park Kota Cimahi melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor Science Park. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan studi banding tentang pengembangan techno park yang telah dilakukan oleh lembaga lain, selain itu diharapkan model pengembangan tersebut dapat menjadi masukan bagi tim BPPT dalam mengembangkan techno park  di daerah mitra.


Dalam kunjungan tersebut kami diterima oleh Pak Dadang selaku Managing Director, Pak Sambas selaku sekretaris di PT BLST(Bogor Life and Science Technology) dan Pak Dwiko selaku Direktur PT Serambi Botani. Acara kunjungan diawali dengan paparan dari Pak Sambas dan Pak Dadang mengenai konsep pengembangan IPB Science Park. Dalam paparan tersebut disampaikan bahwa tujuan membentukan IPB Science Park adalah sebagai penggerak income generality dan pengembangan entrepreneur skill di lingkungan IPB. Ruang lingkup yang digarap pada IPB Science Park ini adalah keilmuan di bidang pertanian, perikanan, industri makanan, bio farmaka dan biological material. Diharapkan dengan adanya IPB Science Park dapat mengakomodir komersialisasi produk inovasi yang telah dikembangkan oleh IPB.

Pengelolaan IPB Science Park berada di bawah lembaga swasta yaitu PT BLST sebagai holding company dari IPB. PT BLST didirikan pada tahun 2003, sementara pembangunan IPB Science Park dilakukan pada tahun 2014. Bisnis portofolio yang diterapkan dalam pengembangan IPB Science Park terbagi menjadi tiga bagian, yaitu science base, asset base dan service base. Berdasarkan konsep tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan IPB Science Park harus memiliki aktivitas R&D, bisnis dan pelayanan/konsultasi.

Saat ini IPB Science Park sudah memiliki beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya adalah park management, research center commercialization, multi-tenant building, NARC, guest house dan meeting room. Dalam paparan tersebut Pak Dadang, selaku managing director IPB Science Park menjelaskan bahwa fungsi dari Science Park harus meliputi beberapa hal sebagai berikut :
1. Science Park sebagai area yang mengintegrasikan kegiatan R&D, dan komersialisasi serta merupakan linkage antara Akademisi – Bisnis – Pemerintah
2. Science Park harus menjadi lembaga yang dapat melakukan mediasi terhadap apa yang telah dikembangkan oleh akademisi dengan apa yang dibutuhkan oleh industri
3. Dalam pengembangan Science Park tidak boleh hanya berorientasi pada science dan bisnis saja, tetapi juga harus fokus kepada legal serta harus memiliki partner dalam bentuk outsourching untuk pengadaan tenaga ahli yang dibutuhkan oleh startup company.

Empat aktivitas utama di IPB Science Park adalah 1) Riset  komersial, 2) Inkubasi dan Techno Venture, 3) Produksi terbatas untuk produk bernilai tinggi, dan 4) Training dan workshop. Aktivitas pendukungnya adalah jasa analisis laboratorium, konferensi dan seminar, edutainment, dan pengembangan produk.

Dalam melakukan proses inkubasi, IPB Science Park melakukan beberapa aktivitas yang harus diikuti oleh tenant sampai tenant yang diinkubasi tersebut lulus. Aktivitas tersebut adalah :
Customer discovery :aktivitas yang dilakukan untuk melihat kelayakan pasar dengan melakukan riset pasar.
Customer validity :aktivitas yang dilakukan untuk menguji pemasaran produk. Produk-produk hasil tenant tersebut biasanya di uji kelayakan pasarnya di serambi botani, yaitu sebuah gerai yang menjual produk-produk hasil inovasi IPB.
• Menyusun rencana bisnis. Hasil dari rencana bisnis tersebut akan diputuskan oleh pihak manajemen bagaimana tindak lanjutnya.

Berdasarkan produk inovasi yang dihasilkan oleh IPB terdapat beberapa produk yang dapat dijadikan sebagai success story diantaranya adalah vaksin flu burung, vaksin polio, sasumuzi, sour meal, botani seed dan pembangunan serambi botani yang saat ini sudah mencapai 10 outlet dan ditargetkan mencapai 50 outlet di tahun 2018.

Setelah mendengarkan paparan, acara dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas yang ada di IPB Science Park. Kunjungan dilakukan ke tempat technopreneur center, pilot plant produksi makanan berbahan tepung, innovation gallery serta melihat pusat pengelolaan data customer discovery dan customer validity.

Kunjungan ini diharapkan dapat membangun kerjasama antara BPPT dengan IPB dalam mengembangkan techno park di daerah mitra. Sehingga keberadaan techno park dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal di daerah.(Kris,DI)
 
 
 
 

Last modified on
391881
Hari iniHari ini120
KemarinKemarin128
Minggu iniMinggu ini214
Bulan iniBulan ini2554
Seluruh hariSeluruh hari391881
Statistik created: 2017-11-21T06:13:33+00:00